Bayangkan sebuah malam yang hening. Sebuah secarit kusi kecil di genggaman, berisi sepuluh angka pilihan yang menjadi harapan. Dalam hitungan jam, angka-angka itu akan menentukan nasib: apakah akan membawa kegembiraan atau sekadar menjadi coretan tanpa arti. Inilah ritual jutaan orang yang dikenal dengan nama togel.
Tapi, pernahkah terbersit di benak Anda: siapa sih yang pertama kali menciptakan permainan penuh teka-teki ini? Siapa sosok di balik layar yang memunculkan ide “menebak angka” untuk mendapatkan kekayaan instan?
Jawabannya mungkin akan mengejutkan Anda. Tidak ada nama tunggal yang terukir dalam sejarah sebagai “Bapak Togel”. Penemu togel bukanlah seorang ilmuwan di laboratorium atau seorang pengusaha yang merancang bisnis. Penemunya adalah sebuah perjalanan panjang melintasi benua dan zaman, sebuah misteri yang akarnya lebih dalam dari yang kita kira.
Jejak Pertama Dinding Besar China dan Seorang Kaisar yang Butuh Dana
Kisah kita tidak dimulai dari jalanan gelap, melainkan dari sebuah proyek megah di abad ke-2 SM: Tembok Besar China.
Legenda mengisahkan, seorang kaisar bernama Cheung Leung menghadapi masalah besar. Perbendaharaan negaranya menipis untuk membiayai pembangunan tembok dan membayar tentara. Pajak yang tinggi membuat rakyat marah. Di tengah kebuntuan ini, sang kaisar melahirkan sebuah ide cemerlang—sebuah permainan angka.
Ia menciptakan bentuk lotere pertama. Rakyat diizinkan membeli “tiket” dengan iming-iming hadiah uang yang besar. Uniknya, permainan ini dipandang sebagai kontribusi sukarela pada negara. Mereka bukan hanya berjudi, tetapi juga membantu membiayai pertahanan negara sambil berharap menjadi kaya raya.
Inilah “penemu” pertama dalam bentuknya yang paling primitif: seorang pemimpin yang menggunakan keinginan manusia akan kekayaan untuk tujuan publik. Dari sinilah benih permainan “menebak angka untuk hadiah” pertama kali ditanam.
Evolusi di Eropa: Dara Calon Pejabat hingga Angka Keberuntungan
Ide cerdas dari Tiongkok ini kemudian menyebar ke barat, seperti debu yang tertiup angin. Di Eropa, khususnya di kota Genoa, Italia, pada abad ke-16, permainan ini berevolusi menjadi bentuk yang lebih kita kenal saat ini.
Awalnya, warga memasang taruhan pada siapa saja yang akan terpilih sebagai anggota dewan kota. Karena ada puluhan nama, taruhan ini kemudian disederhanakan. Daripada menebak nama, orang-orang mulai menebak angka yang mewakili nama-nama calon tersebut. Misalnya, “Calon A” diwakili oleh angka 15, “Calon B” oleh angka 32, dan seterusnya.
Ketika pemilihan berakhir, praktik menebak angka ini tetap bertahan. Orang-orang menyukainya. Pemerintah kota melihat potensi pajak dari sana dan akhirnya mengubahnya menjadi lotere resmi. Di sinilah titik balik terjadi: permainan berubah dari menebak nama menjadi menebak angka murni.
Babak Indonesia: Dari SDSB hingga “Gelap”
Lalu, bagaimana ceritanya sampai ke Indonesia dan menjadi “togel”?
Permainan ini dibawa oleh kolonial Belanda dalam bentuk lotere resmi. Setelah kemerdekaan, pemerintah Indonesia sendiri pernah memiliki lotere legal yang sangat terkenal: SDSB (Sumbangan Dana Sosial Berhadiah) pada era 1980-an. Seperti kaisar China dulu, tujuannya mulia: mengumpulkan dana untuk olahraga dan sosial.
Namun, karena berbagai kontroversi, SDSB akhirnya dibekukan pada tahun 1993. Inilah awal lahirnya istilah “Toto Gelap”.
Ketika pintu lotere legal ditutup, permintaan pasar tidak lenyap. Malah, ia bermigrasi ke bawah tanah. Sistem yang tadinya resmi diadopsi oleh para bandar gelap. Mereka yang menjadi “penemu” togel versi Indonesia adalah para pionir gelap ini—sosok-sosok tanpa nama yang mengisi kekosongan, menciptakan jaringan informal yang bertahan hingga kini.
Kesimpulan: Penemu Sebenarnya Adalah “Kita”
Jadi, siapa sebenarnya penemu togel?
Tidak ada satu nama. Penemu togel adalah sebuah kolektif tanpa wajah.
Ia adalah seorang Kaisar Tiongkok yang putus asa mencari dana. Ia adalah para pedagang di Genoa yang kreatif mengubah taruhan. Ia adalah para bandar gelap di Indonesia yang melihat celah di pasar. Dan yang paling penting, penemu sebenarnya dari permainan ini adalah harapan universal umat manusia untuk sebuah perubahan nasib, sebuah jalan pintas menuju kebahagiaan yang diwakili oleh sekumpulan angka sederhana.
Jadi, lain kali Anda melihat selembar kertas bertuliskan angka, ingatlah bahwa Anda sedang memegang sebuah artefak sejarah—sebuah misteri yang tidak diciptakan oleh satu orang, tetapi oleh perjalanan panjang keinginan dan harapan manusia itu sendiri.
Baca selanjutnya : http://mykilosprojects.com